Tips mudah memasak daging kambing supaya tidak bau prengus

 Hi Bunda semua, jadi ceritanya seumur hidup saya belum pernah memasak daging kambing sebelumnya, setiap kali dapat daging kambing Qur’ban atau Aqikah dari keluarga atau tetangga selalu saya berikan ke saudara atau kerabat karena kami sekeluarga tidak tahan dengan bau kambing. Sampai pada Nopember minggu ke 2 kemarin, kebetulan hujan deras dan saya tiba-tiba ingin makan sop kambing yang panas dan seger. Akhirnya saya nekad mengeluarkan sebagian daging kambing di freezer dan mulai membersihkannya. Semua lemak saya pisahkan, dan daging saya iris-iris berlawanan arah dengan seratnya. Tentu saja saya sudah membekali diri dengan pengetahuan tentang mengolah daging kambing ini. Setelah dicuci bersih, daging kambing saya marinasi dengan garam, jeruk nipis, lada, dan ketumbar. Lalu saya biarkan sekitar 30 menit. Setelah itu saya cuci kembali, dan merebusnya dengan air mendidih yang sudah dimasukan 15 lembar daun jeruk dan daun salam. Daging direbus sekitar 30 menit, setelah itu diangkat dan air rebusan dibuang. Daging saya cuci bersih 3x, dan ketika saya cium masih ada aroma kambing ah cukup kuat, lalu saya cuci lagi berkali-kali dengan air mengalir. Nah ketika bilasan ke-8 ternyata bau kambingnya benar-benar jauh berkurang bahkan hampir tidak tercium. Saat itu saya senang sekali, padahal sebelumnya saya tidak menemukan cara ini di banyak Channel YouTube yang telah saya nonton. Langkah selanjutnya saya rebus air hingga mendidih dengan memasukan baput, bamer, kemiri, garam yang telah dihaluskan (saya menggunakan ulekan dari batu bukan blender). Masukan daging kambing ke dalam rebusan, dengan api besar, setelah daging empuk tambahkan 15 lembar daun jeruk, daun 8 lembar salam, kayu manis, bunga lawang, jahe, lengkuas, sereh, pala yang telah dihaluskan, lada, ke dalam rebusan. Tunggu sampai semua bumbu meresap dan bau harum tercium, lalu masukan daun bawang yang diiris besar-besar, dan 2 batang seledri (tidak saya iris kecil-kecil), lalu matikan api. Sop kambing segar dan panas telah siap dinikmati. Oh iya ternyata semakin sering dipanaskan, rasanya semakin enak loh. Silahkan dicoba di rumah ya Bunda-bunda. 

Komentar